Ali Sadikin

Sekali waktu beberapa malam Jakarta diguyur hujan. Kendati tidak terlalu lebat hujannya, tapi karena terus menerus dan hujan itu lama turunnya, beberapa bagian kota, termasuk wilayah Jakarta Pusat, digenang air.
Genangan air melanda Jalan Thamrin di depan gedung “Sarinah”. Lalu lintas macet dikarenakannya. Juga di simpang lima Jalan Cut Mutiah runtunan kendaraan macet total.
Waktu saya lewat di sana, saya turun dari kendaraan. Bersama sopir dan ajudan saya berdiri, berusaha mengatasi kemacetan itu. Saya tak ubahnya jadi polisi lalu lintas. Untung kali itu saya mengenakan pakaian warna hijau kelam, hingga tak kelihatan menjadi kotor benar. Coba, kalau seperti biasa mengenakan pakaian putih, apa akan jadinya. Tapi saya sudah memperhitungkannya. Saya bertindak begitu ternyata menjadi tontonan orang juga. Mereka tertarik melihat saya jadi ”polantas” sukarela.
Pengalaman seperti ini bukan sekali dalam tugas sebagai Gubernur Jakarta.
Dikutip dari : Bang Ali: Demi Jakarta 1966-1977, Ramadhan KH
Klik link di bawah ini untuk mendapatkan wallpaper yang sesuai dengan monitor anda:
- Wallpaper (5:4) ukuran 1440 x 1152 pixels
- Wallpaper (4:3) ukuran 1440 x 1080 pixels
- Wallpaper (wide – 8:5) ukuran 1680 x 1050 pixels
(direkomendasikan untuk monitor Apple)
- – – -
Concept by
Danu Widhyatmoko
Image by
Tytton Sishertanto
- – -
Bila anda setuju dengan program ini, bantu kami untuk mengkomunikasikan keberadaan blog ini (http://kepakgaruda.wordpress.com) kepada rekan/keluarga/mitra anda. Dan jangan lupa untuk meninggalkan sepatah dua patah kata pada bagian bawah tulisan ini sebagai bentuk apresiasi anda terhadap langkah kecil ini.
Terima Kasih




Seperti biasa, ilustrasinya keren dan mencirikan si tokoh banget.. :)
saya memang tdk merasakan pemerintahan pak Ali Sadikin tapi menurut penuturan banyak orang yg menjadi saksi hidup, kualitas Jakarta di tangan beliau memang patut diacungi jempol jika dibandingkan dengan kualitas kepemimpinan gubernur saat ini.
Ali Sadikin tokoh besar dengan solusi-solusi yang tak lazim. Menghadapi Jakarta (dan Indonesia) sepertinya memang tak bisa lagi dengan strategi konvensional, strategi yang berasal dari teori-teori dari buku perkuliahan. Butuh solusi tak lazim, tak uzum dan diluar nalar!
/danu.widhyatmoko
Sepakat. Dan hal tersebut memang tercermin dengan jelas melalui tindakan dan tutur katanya. Sangat pantas menjadi seorang ‘public figure’ yang menjadi panutan masyarakat.
selalu dirindukan seorang Ali Sadikin, blog yang bagus Om!, saya pasang di blog frens saya yah
nggak sabar menunggu karya terbaru….
salut buat bpk ali sadikin yang sudah mencurah kan seluruh tenaga dan pikiran nya untuk jakarta yang tercinta ini…………
salut buat karya dan orang yang ada dalam karyanya.
Bang ali sampai saat ini, saya masih ingat jasa2 bang ali yang tegas…dalam menangani kota jakarta…..pada saat bang ali yang menangani kota jakarta dari berbagai masalah…dari mulai kota jakarta menangis…abang bisa membuat kota jakarta tersenyum……tapi sekarang mana semenjak abang pergi…kota jakarta menangis terus menerus tiada henti……….apakah ada dan akan muncul bang ali….bang ali yunior yang pola pikirnya seperti abang di kemudian hari….????????
Kepak Garuda saya minta ijin neh mo review blog ini d blog saya. Saya baru bikin blog, isinya tentang cerita2 yang sekiranya bisa menginspirasi kita for better Indonesia. N saya menganggap blog ini salah satu yang bisa menginspirasi kita, dengan mengingatkan kita sama tokoh2 yang sudah berjasa bwt Indonesia. Makasih sebelumnya. ^_^
silakan mas.
jangan lupa nanti mencantumkan alamat blog nya di sini
salam,